De Tjolomadoe, adalah sebuah nama baru dari sebuah eks pabrik gula di Colomadu. Kini eks pabrik gula tersebut tak lagi memproduksi gula, melainkan dialih fungsikan sebagai pusat hiburan dan pendidikan atau biasa disebut edutainment (education and entertainment).

baca juga: Wisata Edukasi Omah Salak

Eks pabrik gula colomadu merupakan bangunan cagar budaya yang didirikan oleh Sri Mangkunegoro IV pada tahun 1961. Sejak tahun 2017 lalu, bangunan ini mulai direvitalisasi. Kini pembangunannya sudah memasuki tahap 1 yang diperkirakan akan segera selesai.

Kawasan eks pabrik gula ini mempunyai luas sekitar 6.4 hektare dan bangunannya mempunyai luas 1.3 hektare, dan yang menjadi fokus utama dalam pembangunan tahap 1 adalah bangunan Eks Pabrik Gula Colomadu tersebut.

de tjolomadoe eks pg colomadu
de tjolomadoe eks PG colomadu

De Tjolomadoe sendiri dioperasikan oleh PT. Sinergi Colomadu, yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN seperti PT. Pembangunan Perumahan, PT. Taman Wisata Candi dan PT. Jasa Marga Property.

“Konsepnya sendiri adalah Edutaintement, konsep yang menggabungkan edukasi dan entertainment. Nantinya aan dibangunan concert hall berkapasitas 3000 orang dan museum yang berisi sejarah dari PG Colomadu”, ujar Wahyono Hidayat selaku Direktur PT. Sinergi Colomadu.

Sedangkan di bagian depan gedung akan digunakan sebagai lokasi parkir, taman dan arena pertunjukkan luar ruang. Diperkirakan arena luar ruang dapat menampung hingga 6000 orang.

“Nantinya akan diadakan event setiap bulannya, mulai dari event tingkat nasional hingga internasional. Tujuannya adalah mendatangkan wisatawan ke kawasan Joglo Semar”, ungkapnya.

baca juga: Kedung Gender, Wisata Baru di Kulon Progo

Total lahan seluas 10 hektare akan dikerjakan secara bertahap dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Sedangkan pembangunan tahap 2 masih dalam perencanaan PT. Sinergi Colomadu.

“Nantinya akan dibangun villa, mall dan hotel berbintang di sekitaran kawasan De Tjolomadoe, tentunya pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap mengingat betapa luasnya kawasan ini”, katanya.

Menanggapi banyak kritik dari masyarakat soal bangunan cagar budaya, direktur PT. Pembangunan Perumahan menyatakan Pembanguan eks PG Colomadu ini tidak melanggar aturam cagar budaya, karena bangunan ini hanya diperkuat dan dicat ulang saja.

“Lantainya juga masih utuh, sedangkan atapnya hanya diperkuat dan beberapa mesin giling dan dinding dicat ulang untuk mempercantik. Untuk gudag itu memang bangunan baru dan itu sudah kami konsultasikan sebelumnya sebelum dibongkar”, tutupnya.

WhatsApp chat