Jenis – jenis Aki Kendaraan – Aki atau baterai merupakan salah satu bagian penting di dalam sistem elektronik sebuah kendaraan, terutama kendaraan yang telah menggunakan ECU (electronic control unit). Aki merupakan pasokan utama listrik yang siap memasok kebutuhan sistem elektrik pada mobil atau motor. Kerusakan pada aki bisa mengakibatkan kendaraan tak berfungsi dengan baik, bahkan mesin akan mati mendadak atau sulit dinyalakan.

Secara umum aki terdiri dari dua jenis yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah adalah aki yang berisi cairan asam belerang (sulfuric acid). Lalu aki kering tidak sepenuhnya kering karena di dalamnya masih terdapat cairan elektrolit atau gel. Kedua jenis aki ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut sedikit penjelasan tentang Aki Kering, Basah dan Campuran (Hybrid) : 

1. Aki Basah/Aki Premium/Aki Konvensional

Aki basah ini adalah aki yang berisi cairan H2SO4/asam sulfat (sulfuric acid). Aki jenis sering ditemui di pasaran yg merupakan aki standar kendaraan bermotor. Mungkin karena harganya yang terjangkau, serta dapat dengan mudah ditemui di toko-toko atau bengkel. Pada bagian atas aki basah terdapat lubang pengisian atau penambahan air aki yang dilengkapi dengan tutup. Aki basah memerlukan perawatan yang rutin seperti melakukan pengecekan dan penambahan pada air aki kurang lebih 1 bulan sekali.
Air Aki (Cairan Elektrolit Aki) merupakan bagian penting dari aki basah. Cairan itu yang memasok arus listrik pada kendaraan. Berkurangnya cairan bisa disebabkan penguapan dari efek hawa panas mesin, atau karena kerusakkan pada komponen lain. Kendaraan yang menggunakan Aki Basah direkomendasikan mesin harus dipanaskan dulu selama sekitar 10 menit sebelum kendaraan dijalankan.

 

gabungan aki basah

 

Baca Juga Artikel Lainnya: Batas aman mobil saat terobos banjir

 

2. Aki Kering/Aki MF/Aki Maintenance Free

Aki Kering atau biasa juga disebut Aki MF merupakan aki populer kedua setelah aki basah yg sebenarnya secara teknis aki ini tidak sepenuhnya kering. Karena di dalam aki kering juga terdapat cairan elektrolit atau gel. Jika aki basah menggunakan timah yang mengandung antimoni, di aki kering menggunakan timah yang mengandung kalsium.
Karena sistem sirkulasi tertutup dan segel yang kuat membuat proses elektrolisasi aki kering menjadi sempurna. Cairan elektrolit ini tidak akan menguap atau pun tumpah. Kelebihan aki ini adalah tidak perlu dirawat secara berkala, sehingga tidak merepotkan saat digunakan, karena itu aki kering disebut aki MF (maintenance free/bebas perawatan).
Secara umum umur dari aki ini bisa mencapai 1,5 sampai 2 tahun. Kekurangannya berada di harganya yang dinilai kurang terjangkau, karena harga aki kering cenderung lebih mahal dibanding aki basah.
Untuk negara beriklim tropis dengan temperatur udara yang cenderung panas seperti di Indonesia, aki kering lebih baik untuk digunakan. Salah satu alasannya adalah ketika kendaraan dipakai saat udara panas, cairan pada aki kering tak mudah menguap seperti pada aki basah. Menurut Kepala Departemen Quality Yuasa Battery Indonesia, saat ini aki kering memang lebih dominan digunakan pada kendaraan era modern. Yang menunjang banyak fitur berbasis listrik, seperti sensor dan ECU.

 

gabungan aki kering

 

Baca Artikel lainnya : Fitur Mewah Toyota Hiace Luxury

 

3. Aki Hybrid

Aki jenis ini menggunakan teknologi terbaru dan sama dengan aki basah karena di dalamnya berisi cairan air aki. Bisa dibilang aki semacam ini merupakan penggabungan dari dua aki, yaitu aki basah dan aki kalsium. Bedanya aki hybrid cairan tersebut sudah diisi dari pabrik dan sudah menjalani proses pengisian listrik (charging) sehingga bisa langsung dipakai. Aki Hybrid juga masih memungkinkan untuk menambah air aki jika memang air berkurang seperti pada aki basah. Kelebihan aki hybrid adalah lebih awet, namun aki ini juga memiliki kekurangan yakni sangat langka dan sulit untuk diperoleh di Indonesia.

 

aki hybrid mobil

 

Dalam pemakaian normal, baik aki kering ataupun basah bisa bertahan hingga dua tahun. Namun, seperti telah dijelaskan di atas, aki basah memerlukan pengecekan rutin dan diisi ulang cairan elektrolitnya jika sudah berkurang. Hal tersebut tidak perlu dilakukan jika menggunakan aki kering.

WhatsApp chat