Tips Sewa Mobil Yang Perlu Diperhatikan
August 10, 2016
Pantai Parangtritis
August 10, 2016

Candi Borobudur

Candi yang letaknya 42 km dari kota Yogyakarta ini memang begitu terkenal, bagaimana tidak candi ini tercatat sebagai 7 keajaiban dunia.

Nama Candi Borobudur : berasal dari kata Bumisambharabuddara yang berarti bukit 10 tingkat kebajikan dan ke-bodhisatwaan, ada pengertian lain yang mengatakan kalau nama Borobudur berasal dari kata Biara Budura, biara tempat orang suci berdoa.

Pertama kali dibangun oleh Raja Samaratungga dari dinasti syailendra di abad ke 8 – 9, diperkirakan pada tahun 824 m, namun ditinggalkan begitu saja pada tahun 1006 dikarenakan bencana hebat yang melanda Indonesia akibat dari letusan Gunung Merapi yang terdapat di utara kota Yogyakarta, dan pada tahun 1811 – 1816 Indonesia dikuasai oleh inggris, salah seorang Gubernur Jendral Inggris Sir Thomas Stamford Raffles mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang adanya bangunan yang menyerupai bukit, tertarik dengan hal tersebut Raffles membuat penelitian, Beliau melakukan pembersihan candi Borobudur, tadinya candi ini tertutup tanaman liar dan pohon – pohon sehingga tidak menyerupai candi namun lebih terlihat seperti bukit yang besar, hal tersebut terjadi pada tahun 1814,untuk melakukan penelitian lebih lanjut, Raffles mengusulkan kepada pemerintah Belanda untuk melakukan langkah lebih lanjut agar candi Borobudur tidak rusak, dan akhirnya pemerintah belanda merenovasi candi Borobudur, dipimpin oleh Van Erp pada tahun 1907 – 1911, lalu upaya dari pemerintah Indonesia sendiri dengan melakukan renovasi dalam kurun waktu 1972 – 1982 , dengan biaya dari UNESCO.

Bahan dari bangunan candi ini adalah batu andesit yang berasal dari sungai –sungai di sekitar candi, dan apakah anda masih beranggapan bahwa di bangunnya candi ini dengan cara merekatkan nya dengan putih telur? Atau semen?, bayangkan jika menggunakan putih telur bau amisnya akan menyebar kemana – mana dan akan banyak sekali semut disana.. lalu menggunakan apa? Pembangunan candi ini menggunakan interlocking system , sistem kunci satu sama lain, dengan lubang di sisi batu yang lain dan tonjolan di sisi batu  yang lain, hal ini tidak akan menyebabkan batu pecah atau rusak ketika terjadi goncangan, namun hanya akan bergeser saja dari tempat asalnya, tidak diketahui pasti siapa arsitek yang membangun candi Borobudur, namun ada 1 legenda yang mengatakan bahwa Gunadharma lah arsiteknya, yang sekarang tidur sebagai bukit menorah di sisi selatan candi.

Ukuran dari candi Borobudur sendiri adalah 123 x 123 m2, dan memiliki sekitar 504 arca Buddha , dan tingginya 34 meter, memiliki 10 tingkat , tingkat 1 – 3 dinamakan kamadhatu, digambarkan kehidupan manusia yang masih penuh dengan hawa nafsu, tindakan – tindakan yang dia lakukan dan harus dipertanggung jawabkan kelak, lalu di tingkat yang ke 4 – 7 terdapat relief – relief bodhisatwa, menggambarkan orang2 suci yang masih terikat dalam bentuknya sebagai manusia namun sudah meninggalkan hawa nafsu duniawi, lalu arupadhatu, pada tingkat 8 – 10, jika dilihat disini sudah tidak ada hiasan sama sekali, kosong hanya ada selasar yang berbentuk bundar, hal ini menggambarkan manusia yang telah mencapai tingkat kesempurnaan sejati, atau melukiskan para penghuni Nirwana, Nirwana berbeda dengan surga, jika penghuni surga masih dilahirkan kembali, berbeda dengan penghuni Nirwana sudah tidak dilahirkan lagi dan sudah terlepas dari lingkaran samsara.

Relief yang paling terkenal dari candi Borobudur adalah relief Lalitavistara, Relief ini mengisahkan tentang kehidupan Buddha, secara singkatnya akan saya ceritakan, Bodhisatwa berada di surga tushita, sedang merencanakan untuk turun ke bumi, untuk membantu orang – orang lepas dari dosa dan siksaan,siapa sebenarnya bodhisatwa? Bodhisatwa adalah makhluk yang mendedikasikan dirinya untuk kebahagiaan maklhuk lain di alam semesta dan bodhisatwa memutuskan untuk memilih raja Sudhodhana dan ratu maya sebagai orang tua nya di kerajaan kapilawastu, lalu ratu maya tiba – tiba bermimpi ada seekor gajah putih yang masuk ke dalam rahimnya, lantas Ia menanyakan hal tersebut kepada suaminya, namun suaminya juga tidak mengerti tentang hal tersebut, dan meminta bantuan brahmana untuk mengartikan mimpi istrinya, lalu para brahmana mengartikan mimpi ratu adalah, mereka akan memiliki putra namun putranya tersebut tidak akan bisa meneruskan tahta keluarga kerajaan, merasa senang ia akan memiliki anak, raja Sudhodhana memberikan hadiah kepada brahmana,

Ratu Maya melahirkan di taman lumbini, namun saat ratu maya melahirkan ia tidak merasakan sakit sama sekali dan anak dari ratu maya akhirnya diberi nama Siddharta Gautama, ajaibnya siddharta dapat berjalan 7 langkah dan dari setiap langkah yang ditinggalkannya muncul bunga teratai yang indah, setelah tumbuh dewasa siddharta menjadi anak yang pandai dan ayahnya pun meminta siddharta untuk menikah, lalu siddharta memilih calon mempelainya dipilihnya Putri Gopa untuk dijadikan istrinya, dan mereka mengadakan pesta pernikahan, namun pada usianya yang ke 29 tahun siddharta merasa ingin keluar dari istananya dan melihat apa yang ada di sekeliling istana, ayahnya pun tidak memperbolehkannya, namun siddharta berhasil keluar dari istana dan melihat bahwa diluar banyak orang sakit,orang tua dan orang mati, karena sebelumnya Ia tidak pernah melihat orang – orang seperti itu  di area kerajaannya.

Dan akhirnya merasa penasaran dengan keadaan tersebut siddharta keluar dari kerajaan dengan menaiki kuda kantaka dan memotong rambutnya dan dia memutuskan untuk menjadi biksu, dan setelah siddharta melakukan meditasi di bawah pohon bodhi Ia mendapat pencerahan dan menjadi Buddha di usianya yang ke 35th . Tadi adalah sedikit cerita dari relief lalitavistara yang terdapat di candi Borobudur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *